Posted by shilva on Jul 1, '08 8:01 AM for everyone Posted by shilva on Mar 11, '08 11:40 AM for everyone Mereka semua anak-anakku di kelas VI SDI Surya Buana Malang. Kika atas: Pak Riyadi, Akmal, Adi, Tio, Bu Sylvi. Kika bawah: Ilham, Rio, n Yusuf.
Posted by shilva on Jan 19, '08 3:24 AM for everyone  SAHABAT Masih ingat film Mengejar Matahari karya Rudi Soedjarwo? Film Mengejar Matahari mengisahkan cerita sederhana tentang persahabatan di antara para tokohnya dari kecil hingga remaja, tetapi mengandung filosofi hidup yang dalam. SAHABAT Ternyata rasa cinta dari seorang sahabat tak akan pernah pudar ditelan waktu. Saya sempat melupakan masa kecil bersama sahabat. Beberapa waktu yang lalu saya buka-buka file lama, saya temukan film Mengejar Matahari. saya menonton untuk yang ke sekian kali. Saya pikir ah masa' bisa saya bertemu dengan sahabat-sahabat masa kecil sedangkan kami sudah berpisah sekitar lima belas tahun yang lalu. Film itu menggetarkan hati saya ketika saya menerima telpon dari seseorang yang suaranya sering saya dengar lima belas tahun yang lalu. Thx mas Rudi Soedjarwo, filmnya membuat saya yakin bahwa sahabat tak akan pernah pudar ditelan waktu. Okky, Diana, Emma... lo masih inget kan tiap kita pulang ngaji, kita dlu sering ngerjain orang pake pocong2an? lo masih inget kan kita sering petualangan di kali deket taman? Kita jg sering maen petak umpet yg kl ngumpet jauh banget sampe yg jaga kecapean nyariin kita soalnya kita ngumpetnya di rumah masing-masing. gk cma ngumpet jauh tp kita jg sering tukeran baju biar yg jaga salah tebak. Ky, lo masih inget kan tiap lo pianoan gw sering gangguin lo soale gw gk bisa, apa lagi kl lo maen nitendo. Dy, lo masih inget kan waktu maen petak umpet lo jatuh ke got trus gw ketawain, trus lo nangis. Ma, lo masih inget kan lo pernah ngomong kalo uang receh dikubur pake batu bentuk love pasti uangnya bisa banyak, n gw pernah coba tp uangnya gk banyak2. Oya Di, Okky ama Emma udah punya anak, kita kapan ye? For Okky, Emma, Diana ... sahabat-sahabatku di rumah susun dulu. Kita tetap 4sekawan... ILOVEUALL... Thx juga bwt teknologi. Ada internet dan telepon yang bisa nyatukan kembali persahabatan kami. Posted by shilva on Jan 19, '08 2:31 AM for everyone Ini suasana belajar di kelas V Sekolah Alam Bilingual Surya Buana Malang. Pola duduk mereka bisa diubah-ubah sesuai metode yang digunakan guru bidang studinya masing-masing. Kali ini anak-anak sedang belajar menulis cerita dengan metode estafet. Apa sih metode estafet itu? Ini adalah metode permainan yang menyenangkan dalam belajar menulis cerita dengan mengoper kartu cerita ke teman di sebelah kanan atau kiri tiap peserta. Perlu dibentuk kelompok untuk permainan ini. Tiap kelompok membentuk lingkaran. Dan tiap peserta memegang sebuah kartu kosong. Tiap peserta menulis sebuah kalimat pembuka sebuah cerita. setelah itu dioper ke teman di sebelahnya. teman yang menerima operan kartu tersebut, melanjutkan kalimat yang sudah tertulis di kartu. lalu dioper lagi ke teman yang lain. dan teman yang lain itu melanjutkan ceritanya. begitu seterusnya hingga menjadi sebuah cerita.   Jika sudah selesai, Baca cerita itu bersama-sama. Bagaimana hasilnya? Nyambung apa tidak ceritanya ya?   SMILE .... Posted by shilva on Jan 19, '08 1:46 AM for everyone |  | seneng kalo sanggar kita hijau. main musik jadi nyaman. |
Posted by shilva on Oct 17, '07 11:59 AM for everyone DOAKU | (Intrumentalia Doaku) | | | | Hadad Alwi | |
Posted by shilva on Aug 29, '07 5:52 AM for everyone SAYEMBARA PENULISAN NASKAH DRAMA BAGI KHALAYAK UMUM TINGKAT NASIONAL 2007
A.PERSYARATAN
1.Tema sayembara ini bebas, tidak mengandung pornografi, dan tidak berpotensi menimbulkan konflik yang berkaitan dengan SARA. 2.Naskah drama yang diikutkan dalam sayembara ini harus asli (bukan saduran, terjemahan, jiplakan), belum pernah dipublikasikan/ diterbitkan, dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara sejenis. 3.Setiap naskah drama yang diikutkandalamsayembara ini diberi pernyataan sebagai asli karya sendiri atau asli. 4.Naskah drama ditulis dalam bahasa Indonesia, diketik rapi dengan jarak 1,5 spasi diatas kertas HVS kuarto, dan jika dipentaskan drama ini berdurasi kurang lebih 30 menit. 5.Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan satu naskah drama yang berjumlah 10-30 halaman. 6.Naskah drama dikirimkan langsung kepada panitia sayembara penulisan naskah drama di Pusat Bahasa Jakarta, paling lambat 6 September 2007 (stempel pos) sebanyak tiga rangkap disertai biodata, alamat lengkap, dan foto kopi identitas diri (cantumkan provinsi). 7.Naskah drama yang masuk kepada panitia tidak akan dikembalikan kepada peserta. 8.Naskah drama yang dinilai layak terbit akan dimuat dalam antologi drama terbitan Pusat Bahasa.
B.PENILAIAN 1.Penilaian naskah dan penentuan pemenang akan dilakukan oleh tim juri yang terdiri atas pakar drama. 2.penilaian mencakupi aspek isi, daya dramatic, penyajian, dan bahasa. 3.Putusan tim juri tidak dapat diganggu gugat.
C.HADIAH Pemenang akan mendapatkan piagam, terbitan Pusat Bahasa yang relevan dan uang tunai (dipotong pph sebesar 20%) 1. Pemenang I : Rp. 7.500.000,00 2. Pemenang II : Rp. 6.000.000,00 3. Pemenang III : Rp. 5.000.000,00 4. Pemenang IV : Rp. 4.000.000,00 5. Pemenang V : Rp. 3.000.000,00 6. Pemenang VI : Rp. 2.500.000,00
Sebanyak 20 naskah drama terbaik hasil sayembara ini akan diterbitkan menjadi sebuah buku oleh Pusat Bahasa.
D.PENGUMUMAN Pengumuman pemenang dilakukan di Jakarta pada acara puncak Bulan Bahasa dan Sastra. 8 November 2007. Posted by shilva on Aug 29, '07 5:49 AM for everyone Posted by shilva on Aug 29, '07 5:31 AM for everyone Posted by shilva on Jul 19, '07 8:08 AM for everyone  | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | Abdul Mukhid |
TULISLAH NAMAKU DENGAN ABU (percikan imaji dari seorang Abdul Mukhid)
Sebelum namanya ditulis dengan abu, perlu dipahami apa maksudnya. Meskipun baginya itu mungkin tidak perlu. Seperti katanya pada halaman v, “Saya menulis puisi bukan untuk dibahas di seminar-seminar atau menjadi bahan-bahan pelajaran atau kuliah”. Namun, ketika isi-isi buku itu dibaca, sedikit banyak ada yang masuk ke otak oleh syaraf yang saya tidak tahu apa namanya. Yang pasti syaraf itu sengaja atau tidak sengaja telah menyenggol otak untuk berpikir. Ada banyak hal yang menarik dari isi-isi dalam buku “TULISLAH NAMAKU DENGAN ABU”. Salah satu hal yang menarik itu bagi saya terletak pada pilihan warna merah, putih dan hitam di cover-nya. Seakan-akan itu adalah dua hal yang kontras, hitam-putih, yang diberi aksen merah sebagai point of interest. Atau kalau mau di-pleset-kan, itu adalah warna “merah-putih yang sedang hitam”. Seperti puisinya yang ditulis tanggal 18 Agustus 2001 yang berjudul “56 TAHUN INDONESIA (MASIH) CEMAS”. Merah-putih adalah lambang Indonesia, hitam adalah lambang kecemasan. Setelah membaca buku itu, ternyata kita bisa juga bertelepati kepada Tuhan. Akhirnya muncul pemikiran bahwa kirim surat, email atau sms buat Tuhan mungkin akan menjadi “trend”. Maksudnya, siapa lagi yang bisa kita jadikan tempat untuk bersujud dan mencurahkan segala isi hati kita, kalau bukan Dia. Hal ini yang membuat bulu-bulu halus berdiri, rasanya merinding. Semoga Tuhan tidak kebingungan menjawab telepati, surat, email, atau sms yang terus berdatangan. Seperti puisinya, “TUHAN, MAAFKAN AKU”, (Abdul Mukhid, 23 April 1999). Ya, seperti puisi ini.
TUHAN, MAAFKAN AKU
Tuhan, maafkan aku 114 surat yang kau kirim tak pernah sempat kubalas
Engkau terlalu absurd sih, hingga untuk memahami satu huruf saja dari kalimat-kalimat indahmu diperlukan ribuan kesabaran bumi dan ratusan kesetiaan matahari Engkau terlalu misterius sih, hingga meski kudapat 99 catatan alamatmu yang terpatri di helaan nafasku jangankan mengetuk pintumu membaca alifmu saja aku tak mampu
Engkau terlalu lembut sih, hingga walau kutemu 6666 kunci gaibmu tak pernah kubuka jua jangankan tabir Diri-Mu tabir diriku saja aku tak kuasa
Tuhan, maafkan aku 114 surat yang kau kirim tak pernah sempat kubalas
(mungkin mataku yang buta hingga tak pandai mengeja. Mungkin tanganku yang tak berdaya.)
Dari puisi ini, sengaja atau tidak sengaja, kita dibuat sadar bahwa kita ini tidak lebih besar dari sebutir pasir di hadapan-Nya. Semoga Tuhan benar-benar “mengutuk” kita untuk mencintai-Nya (KUTUKLAH AKU UNTUK MENCINTAIMU, 2006:49). Hampir seluruh puisinya dalam “TULISLAH NAMAKU DENGAN ABU”, kurang lebih 21 puisi berhubungan dengan TUHAN. Bisa dikatakan bahwa tak hanya lewat sholat atau dzikir, lewat puisi kita bisa mendekatkan diri kepada TUHAN. Lalu, apakah nantinya buku-buku yang ditulis selalu dekat dengan TUHAN? Jawabannya, kita tunggu buku-buku edisi selanjutnya. (Tulisan saya ini, entah apa namanya, karena dibilang resensi tidak tepat, essay juga tak sempurna, sebenarnya dipersembahkan untuk bengkel imajinasi khususnya Abdul Mukhid. Karena saya sadar, saya harus sering-sering ke bengkel untuk memperbaiki perkakas ataupun onderdil dalam kepala saya untuk bisa menulis lebih baik lagi). Juga pembaca yang mungkin mampir atau “salah masuk” dan tak sengaja membaca tulisan ini. Thx.  Posted by shilva on Jul 15, '07 3:42 AM for everyone 
  Pandang ke depan jika ingin maju ke depan Lirik ke belakang jika itu bisa jadi pedoman Lihat ke samping kanan dan kiri jika ingin berbagi Posted by shilva on Jul 15, '07 3:31 AM for everyone "Bermain musik jika kita persembahkan untuk-Nya, akan lebih terasa soulnya"
Itu kata dia. Seperti ketika dia bermain biola. Seakan-akan dia bermain dengan hati. Menurutku, tidak hanya ketika bermain biola saja. apapun yang kita lakukan jika kita persembahkan untuk-Nya pasti terasa soulnya. apa lagi kalau diridhoi.
Posted by shilva on Jul 15, '07 3:19 AM for everyone Posted by shilva on Jul 15, '07 3:12 AM for everyone HUTAN KELABU DALAM HUJAN
hutan kelabu dalam hujan lalu kusebut kembali kau pun kekasihku langit di mana berakhir setiap pandangan bermula kepedihan rindu itu temaram kepadaku semata memutih dari seribu warna hujan senandung dalam hutan lalu kelabu menabuh nyanyian
SDJD
Posted by shilva on Jul 15, '07 3:09 AM for everyone HUJAN BULAN JUNI
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni Dihapusnya jejak-jejak baginya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebh arif dari hujan bulan Juni Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
SDJD
Posted by shilva on Jul 15, '07 2:59 AM for everyone AKU INGIN MENCINTAIMU DENGAN SEDERHANAAku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada... SDJD
Posted by shilva on May 15, '07 8:26 AM for everyone Angkasa tanpa pesan
merengkuh smakin dalam
berselimut debu waktu
kumenanti ... cemas ...
Kau datang dengan sederhana
satu bintang di langit kelam
sinarmu rimba pesona
dan kutahu ... tlah tersesat ...
kukejar kau tak kan bertepi
menggapaimu tak kan bersambut
sendiri membendung rasa ini
sementara ... kau membeku ...
khayalku terbuai jauh
pelita kecilku mengalir pelan
dan aku terpana..........
RSD Posted by shilva on May 12, '07 8:55 AM for everyone Bukan Rayuan Gombal duhai kekasih pujaan yang s'lalu di hati aku menunggumu engkau gadis yang s'lalu hadir dalam mimpiku di setiap tidurku dengarkanlah aku cinta ingin aku selalu menjaga dirimu menemani di setiap waktu dengarlah sayangku tiada yang lain saat ini engkaulah yang ada di hati engkaulah yang ada di hati duhai kekasihku hanyalah dirimu yang kumau tiada yang lain di hati selamanya hanya dirimu dengarlah puisi yang akan aku berikan ungkapan hatiku tiada yang lain yang bisa kuberikan hanyalah cintaku dengarlah sayangku tiada yang lain saat ini engkaulah yang ada di hati engkaulah yang ada di hati duhai kekasihku hanyalah dirimu yang kumau tiada yang lain di hati selamanya hanya dirimu aku ingin menemani harimu dan mencoba mengisi kesepian sampai nanti hanya s'lalu namamu selalu namamu yang ada di dalam lubuk hatiku judika
Posted by shilva on May 11, '07 9:06 AM for everyone
Hanya namamu di hatiku
jiwa dan raga tak kan berdusta
namun terkadang cinta terusik benci sesaat
seribu musim tak kan bisa
menghibur hati yang penuh marah
entah mengapa berpisah saat mulai menjalin
suara hati seorang kekasih bagai nyanyian surgawi
tak kan berdusta walau ketamakan merajai
diri yang penuh emosi
jauh di dasar hatiku
tetapku mau
kau sebagai
kasihku.......
Posted by shilva on May 8, '07 11:41 PM for everyone Bagi pencinta mie goreng, pasti ingin tau mie goreng apa yang harganya tak ternilai? Tak semua orang bisa membuat mie goreng ini. Juga hanya orang yang cocok yang bisa merasakan lezatnya mie goreng itu. ya... Mie Goreng Rasa Cinta ...   Mie goreng itu mie biasa tapi kalau dibuat dan disajikan dengan penuh rasa cinta rasanya pasti .... hmmm dan dijamin ... hmmmm Apa lagi disajikan dengan hangat di malam hari yang dingin tak perlu ditambah bakso, ayam, sosis, garnis, dan lain-lain cukup dengan cinta Rasanya .... Rasanya tak bisa dibayar dengan mata uang apapun tapi mungkin ada satu mata uang yang bisa bayar ... yah cuma satu ... mata uang Cn mata uang Cinta mungkin....  ........Selamat menikmati.........  |
|